……………………………………………………..

Tak henti jemariku
Memilah, dan otakku yang lumpuh
Memilih, setiap saksi biksu
Memutar abjad jadikan bicara lugu
Aku tak mampu

Kau nyanyikan suaramu selembut sutra
Hatimu takhluk karena matamu telah kubuat buta
Karena tarian kata
Mengalun indah dalam memori menggoda sukma
Kau terlena
Tak tahu bahwa kata menjelma, bisa saja
Kubuat dan aku mendustakannya

Namun tak hendak kuulang sebuah kesalahan
Sebuah kerinduan yang menggunung ini kupertahankan,
Menyakitkan,

Kusiram sebisa raga, kurengkuh semampu jiwa
Menumbuhkan kalimat-kalimat sakti yang lumpuhkan logika
Kau tertawan dalam nyata, menempuh cinta
Pertaruhkan segala duka dan luka yang kan datang menyiksa
Saat gari itu tiba, tangis mungkin yang kau kan pilih sementara

Akhirnya kumaknai setiap barisan takdir
Bagaimana kucerminkan dalam penuh ku berfikir
Mengurai bahagia, menyayat derita
Memuja sastra dengan rengkuh fatamorgana

Terlaksana juga,
Semua karena cinta
Cinta kan mematahkan segala
Kebodohanku kini luluh tiba-tiba
Kebingungan hilang entah kemana
Kau tahu, betapa kau begitu berharga
Menjalankan ini semua, tentu sepenuh cinta
Ku bersyukur, berterimakasih tanpa batas pada yang esa
Akhir kata, kutahu ini dosa.
???

Tulis sebuah Komentar